9 Model Bisnis E Commerse dan Contohnya

 

  1. Online Direct Marketing

Model EC yang paling jelas adalah menjual produk atau layanan secara online. Penjualan mungkin dari produsen ke pelanggan, menghilangkan perantara atau toko fisik, atau dari pengecer hingga konsumen, membuat distribusi lebih efisien. Model ini sangat efisien untuk produk dan layanan yang dapat didigitalkan (yang dapat dikirimkan secara elektronik).

Contoh : Tiket. com dan Shoppe

 

2. Electronic Tendering Systems

Pembeli organisasi besar biasanya melakukan pembelian dalam jumlah besar atau bernilai besar melalui sistem tender (penawaran), yang juga dikenal sebagai lelang terbalik. Tender semacam itu dapatdilakukansecaraonline,menghematwaktu dan uang. Dipelopori oleh General Electric Corp., sistem e-tendering mulai populer. Memang banyak lembaga pemerintah mengamanatkan bahwa sebagian besar pengadaannya harus dilakukan melalui e-tendering.

Contoh : e-tendering.com 

 

3. Electronic Marketplaces and Exchanges

Pasar elektronik ada dalam aplikasi yang terisolasi selama beberapa dekade (misalnya, bursa saham dan komoditas). Tetapi pada tahun 1996, ratusan e-marketplace (lama dan baru) telah memperkenalkan metode dan efisiensi baru ke dalam proses perdagangan. Jika mereka terorganisir dan dikelola dengan baik, e-marketplace dapat memberikan keuntungan yang signifikan bagi pembeli dan penjual. Yang menarik adalah pasar vertikal yang berkonsentrasi pada satu industri.

Contoh : apple.com dan choicemall.com

 

4. Viral Advertising and Marketing

Menurut model pemasaran viral,orang menggunakan email dan jejaring sosial untuk menyebarkan iklan dari mulut ke mulut. Ini pada dasarnya merupakan periklanan dari mulut ke mulut berbasis web, dan populerdi jejaring sosial

Contoh : Instagram dan Tiktok

 

5. Group Purchasing

Pembelian berkelompok adalah metode off-line yang terkenal, baik di B2C maupun B2B. Ini didasarkan pada konsep diskon kuantitas ("lebih murah dari selusin"). Model Internet memungkinkan individu untuk berkumpul,sehingga mereka dapat memperoleh keuntungan dalam jumlah besar. 

Contoh : grosirbersama.com dan groupbuyingsite.com

 

6.Business-to-business (B2B)

B2B merupakan jenis e-commerce yang pembeli dan penjualnya berbentuk organisasi atau perusahaan. Kegiatan-kegiatan dari jenis model ini seperti pembelian dan pengadaan, supplier management, inventory management, channel management, kegiatan penjualan, serta layanan.

Contoh : ralali.com dan indotrading.com

 

7. Business-to-Consumer (B2C)

Penjual pada jenis model ini merupakan sebuah organisasi atau perusahaan, sedangkan untuk pembelinya sendiri merupakan individual. Transaksi dari B2C sendiri meliputi pertukaran produk fisik atau produk digital, dan biasanya kuantitasnya lebih kecil jika dibandingkan dengan transaksi B2B.

Contoh : Shoppe dan Tokopedia

 

8. Consumer-to-Business (C2B)

C2B merupakan kebalikan dari model B2C yang mana konsumen terakhir bertindak sebagai penjual dan perusahaan bertindaksebagai pembeli.

Contoh : istockphoto.com

9. Consumer to consumen (C2C)

        Model bisnis e-commerce C2C ini seseorang dapat menaruh barang yang akan dijual atau jasa pada platform online yang disediakan kepada konsumen. Dan pada proses transaksinya tidak ada pihak ketiga yang masuk ke dalam transaksinya.

Contoh : OLX dan Kaskus.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERIPIK SANTUY